Waktu demikian cepat berubah,karena itu Manusia harus mampu menyesuaikan dan mengatasi gejolak perubahan jaman

Breaking

Post Top Ad

Tuesday, 16 October 2018

Blibli vs Bukalapak vs JD.id vs Lazada Indonesia vs Shopee vs Tokopedia

 Gambar terkait
Survei ECommereIQ menunjukkan pelbagai alasan konsumen di Indonesia menggunakan aplikasi e-commerce di Indonesia. Penelitian ini melibatkan 1.240 responden yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Alasan kunci yang menjadi alasan konsumen menggunakan aplikasi adalah harga yang lebih murah lewat promo atau potongan, ongkos kirim gratis, keaslian produk, dan reputasi aplikasi. Riset ECommerceIQ menyatakan empat hal ini membuat aplikasi lebih atraktif dibandingkan aplikasi lain.

Survei ini fokus kepada enam aplikasi e-commerce terpopuler di Indonesia berdasarkan trafficdan pemeringkatan aplikasi di Google Play Store. Enam aplikasi e-commerce ini adalah Blibli, Bukalapak, JD.id, Lazada Indonesia, Shopee dan Tokopedia.



Shopee memang terhitung anak baru dibandingkan dengan empat aplikasi lainnya. Hanya JD.id yang lebih muda dari Shopee, JD.id baru mulai beroperasi di Indonesia pada 2017.

Shopee menjadi pilihan 18 persen penggunanya karena memiliki produk dengan harga yang lebih murah dibandingkan aplikasi lain. Disusul Bukalapak dengan 15,1 persen dan Lazada dengan 13,5 persen. 

Dalam survei, ECommerceIQ mengatakan Shopee memang secara agresif rela memberikan promo atau subsidi untuk mengejar ketertinggalan Shopee yang baru hadir pada 2015. 


"Shopee baru luncur di Indonesia tahun 2015, Shopee harus melakukan merogoh kocek dalam-dalam utuk melakukan investasi dalam penerapan strategi ini," kutip CNNIndonesia dari hasil riset ECommerceIQ, Rabu (13/5).

Selain memenangkan hati pengguna soal harga yang lebih murah, 18,4 persen pengguna Shopee menggunakan Shopee karena memberikan ongkos kirim gratis. Perolehan ini disusul JD.id dengan 14,8 persen dan Blibli.com dengan 13 persen.



Lebih lanjut soal keaslian produk, sebanyak 19.5 persen pengguna JD.ID menggunakan JD.id. Disusul oleh Blibli.com dengan 13,9 persen, sedangkan keempat aplikasi mendapat persentase yang timpang. Sedangkan 7,2 persen responden beralasan menggunakan Lazada karena keaslian produk, disusul dengan Tokopedia 4,3 persen, Shopee 4,2 persen, dan Buklapak 3,9 persen.

"JD.id dan Blibli.com memiliki keuntungan dalam platform business to customer sehingga mampu mengkontrol pengalaman pengguna. Keduanya menawarkan produk asli karena lebih tersentralisasi," kata ECommerceIQ.

Reputasi Baik

Sebanyak 14,8 persen pengguna Blibli.com menggunakan Blibli.com karena beralasan reputasi Blibli.com baik. Disusul Tokopedia dengan 14,3 persen, Lazada 13,7 persen, Bukalapak dengan 13 persen, JD.Id dengan 12,8 persen, dan Shopee dengan 10.9 persen.

Khusus Tokopedia, sebanyak 16.8 persen responden beralasan menggunakan Tokopedia karena memilki pilihan produk yang banyak. Disusul Bukalapak dengan 14,6 persen, Shopee dengan 13 persen, dan Lazada dengan 11,3 persen. 

"Tokopedia dan Bukalapak memiliki kuatan dalam variasi produk, namun memiliki masalah pada keaslian produk. Keduanya memiliki platform customer to customer (C2C). Namun Tokopedia baru saja masuk ke business to consumer (B2C). Pengguna di Tokopedia berada di area abu-abu produk dengan masalah pada kualitas produk," kata ECommerceIQ

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages